Selasa, 09 Agustus 2011

RAMAH TAMAH MENJELANG PANEN


Halalaaaaaaaaaaaaaaahh…!
Lantang sekali teriakanmu di atas podium kebesaran
Tentang manisnya demokrasi
Menjadi rekonstruksi sosiodemokrasi
Pengabdian berjubah kapitalisme
Kau susun scenario drama
Berkerangka keindahan bangsa yang damai
Berkisah indahnya kebun-kebun bunga
Membelah di tengah-tengahnya sungai madu
Di tanah para proletariat

Oi tuan…!
Elok nian permainanmu
Di sebuah adegan singkat
Kala kelengahan membuai jiwa
Kala kelengahan membutakan nurani
Diam dan perlahan-lahan
Tangkai demi tangkai
Kau petik bunga-bunga pengorbananmu
Lalu kau letakkan pada pot-pot penghias istanamu
Panen telah tiba, dan kau tersenyum

Di kursi malas
Dengan santai, seraya menikmati sebatang cerutu
Kau saksikan adegan-adegan air mata kebodohan
Selayaknya siaran radio, kau dengarkan nyanyian derita budakmu
Hingga terkantuk-kantuk kau sambut mimpimu
Kemenangan culas di balik senyum ramah tamah

Jkt, 17 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar