Halalaaaaaaaaaaaaaaahh…!
Lantang sekali teriakanmu di atas podium kebesaran
Tentang manisnya demokrasi
Menjadi rekonstruksi sosiodemokrasi
Pengabdian berjubah kapitalisme
Kau susun scenario drama
Berkerangka keindahan bangsa yang damai
Berkisah indahnya kebun-kebun bunga
Membelah di tengah-tengahnya sungai madu
Di tanah para proletariat
Oi tuan…!
Elok nian permainanmu
Di sebuah adegan singkat
Kala kelengahan membuai jiwa
Kala kelengahan membutakan nurani
Diam dan perlahan-lahan
Tangkai demi tangkai
Kau petik bunga-bunga pengorbananmu
Lalu kau letakkan pada pot-pot penghias istanamu
Panen telah tiba, dan kau tersenyum
Di kursi malas
Dengan santai, seraya menikmati sebatang cerutu
Kau saksikan adegan-adegan air mata kebodohan
Selayaknya siaran radio, kau dengarkan nyanyian derita budakmu
Hingga terkantuk-kantuk kau sambut mimpimu
Kemenangan culas di balik senyum ramah tamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar