Rabu, 23 Februari 2011

RAPUH


Senja berlalu menguncupkan sayap-sayapnya.
Melepaskan lelah pada dedahan peraduan.
Malampun ambil kuasa.
Mengepakan sayap menguasai kelam.

Aku masih disini.
Merangkaki punggung waktu mencari arti.
Terkadang terjal menanti.
Menanti menadahkan taring-taring runcing siap mencabik.
Dan menghempaskan ku pada keremukan.
Menjanjikan rengsa yang maha dasyat.

Suara-suara kebimbangan menggetarkan kalbu.
Seolah menjajah jiwa rapuh.
Yang kian terpojok pada keyakinan asa.
Asa yang kian samar.

                                               (Muara Bungo, 13 Desember 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar