Senja berlalu menguncupkan sayap-sayapnya.
Melepaskan lelah pada dedahan peraduan.
Malampun ambil kuasa.
Mengepakan sayap menguasai kelam.
Aku masih disini.
Merangkaki punggung waktu mencari arti.
Terkadang terjal menanti.
Menanti menadahkan taring-taring runcing siap mencabik.
Dan menghempaskan ku pada keremukan.
Menjanjikan rengsa yang maha dasyat.
Suara-suara kebimbangan menggetarkan kalbu.
Seolah menjajah jiwa rapuh.
Yang kian terpojok pada keyakinan asa.
Asa yang kian samar.
(Muara Bungo, 13 Desember 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar