Rabu, 23 Februari 2011

PUING


Puing-puing berserakan.
Usang berdebu, sayang!
Berselimut kabut, samar.
Tiada pelita menerangi.

Zahirnya metamorfosis.
Modern menyulap gemerlap.
Manusia keren memamah trend masa.
Dewi-dewi seksi menghiasi etalase etalase kota.
Malampun menjanjikan syurga dunia.

Tragis menghiris Grimis menangis miris.
Peradaban pribumi nyaris punah.
Dan pusara menangis tersedu.
Sia-sia diperjuangkan, bila untuk knangan memilu.

Peradaban silam terlupakan.
Ditelan keangkuhan masa.

                                     (Muara Bungo, 13 /12 /10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar