Puing-puing berserakan.
Usang berdebu, sayang!
Berselimut kabut, samar.
Tiada pelita menerangi.
Zahirnya metamorfosis.
Modern menyulap gemerlap.
Manusia keren memamah trend masa.
Dewi-dewi seksi menghiasi etalase etalase kota.
Malampun menjanjikan syurga dunia.
Tragis menghiris Grimis menangis miris.
Peradaban pribumi nyaris punah.
Dan pusara menangis tersedu.
Sia-sia diperjuangkan, bila untuk knangan memilu.
Peradaban silam terlupakan.
Ditelan keangkuhan masa.
(Muara Bungo, 13 /12 /10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar