Tak usah kau mengukir senyum
Bila hanya kepalsuan
Ibarat embun pagi Sirna saat surya meninggi
Sejuk sesaat, kemarau membakar
Membakar mencipta dahaga
Tak usah kau barter simpati kami
Dengan secuil jasa yang kau catat
Sederet janji memenuhi buku harian, kian usang
Karena debu pekat gersang
Kami rakyat
Bukan budakmu sekarang
Diam dan tunduk,
Saat celotehanmu berkoar atas mimbar
Kami bukan si bodoh
Terpedaya muslihat emasmu
Kami ingin kepastian
Atas persetujuan janji bakti.
( Muara Bungo, 23 Desember 2010 )
Bila hanya kepalsuan
Ibarat embun pagi Sirna saat surya meninggi
Sejuk sesaat, kemarau membakar
Membakar mencipta dahaga
Tak usah kau barter simpati kami
Dengan secuil jasa yang kau catat
Sederet janji memenuhi buku harian, kian usang
Karena debu pekat gersang
Kami rakyat
Bukan budakmu sekarang
Diam dan tunduk,
Saat celotehanmu berkoar atas mimbar
Kami bukan si bodoh
Terpedaya muslihat emasmu
Kami ingin kepastian
Atas persetujuan janji bakti.
( Muara Bungo, 23 Desember 2010 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar